Showing posts with label News. Show all posts
Showing posts with label News. Show all posts

Tuesday, 11 March 2014

Sampit - Pada hari Senin tanggal 10 Maret 2014 pukul 09.30 WIB , pada saat penjagaan rutin di Bandar Udara H. Asan Sampit, menemukan paket mencurigakan dan langsung berkoordinasi dengan pihak Bandara.

Kemudian, petugas keamanan beserta Petugas BKSDA SKW II Pangkalan Bun Kota Sampit membuka paket tersebut dan ditemukan 3 (tiga) paket kiriman berisi kulit/sisik hewan dilindungi jenis Trenggiling (Manis javanica), yang diduga kuat dikirim ke Jakarta dengan alamat yang tertulis di paket pengiriman an. Sudibyo - Pluit Raya No. 135 Jakarta.


Kulit/sisik Trenggilin tersebut seberat 73 Kg dengan taksiran kerugian negara sebesar Rp. 250.000.000,-


Kasus ini masih dalam proses penyilidikan oleh BKSDA Kalimantan Tengah Seksi Konservasi Wilayah II Pangkalan Bun.



Friday, 6 September 2013

P E N G U M U M A N
NOMOR : PG.2/Peg-1/2013

PENGADAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL
KEMENTERIAN KEHUTANAN
FORMASI TAHUN 2013

Kementerian Kehutanan membuka kesempatan kepada Warga Negara Indonesia untuk menjadi 
Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang akan ditugaskan di unit-unit kerja Kementerian Kehutanan 
di seluruh Indonesia dengan ketentuan sebagai berikut:
1.    Kualifikasi Pendidikan yang dibutuhkan:
a.      Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kehutanan   : 152 orang
b.     Diploma III (D-III)                                             : 122 orang
c.      Sarjana (S-1)                                                  : 284 orang
d.      Dokter Umum dan Dokter Gigi                           :    2 orang
e.      Pasca Sarjana (S-2)                                        :   10 orang
2.   Pelamar dapat memperoleh keterangan lebih rinci melalui laman http://cpnsonline.dephut.go.id 
dan melakukan pendaftaran secara online mulai tanggal 10 sampai dengan 24 September 2013.
                                                                                                             
                                                                Jakarta, 5 September 2013
                                                                Kepala Biro Kepegawaian/ Ketua Panitia Pengadaan
                                                                CPNS Kemenhut 2013






                                                                 Ir. Billy Hindra, M.Sc.
                                                                 NIP 19560518 198503 1 002
                                                                                                         

Wednesday, 5 June 2013


BKSDA-MITRA
mitigasikonflik001
Pangkalan Bun
Pada hari Selasa tanggal 04 Juni 2013 Seksi Konservasi Wilayah II Pangkalan Bun Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah beserta Orangutan Foundation-UK dan Yayasan Orangutan Indonesia mengadakan workshop yang bertema “MITIGASI KONFLIK” yang bertempat di Hotel Swiss Belinn Pangkalan Bun dengan peserta workshop terdiri dari Instansi Pemerintah Pusat dan Daerah, Perusahaan Perkebunan Sawit, Non-governmental organizations (NGOs)/Yayasan Konservasi, dan Pemerintah Desa serta masyarakat sekitar Kawasan Konservasi Suaka Margasatwa Sungai Lamandau yang berjumlah ± 70 peserta.
Mitigasi_konflik (4)
Kegiatan Lokakarya tersebut membahas tentang keanekaragaman hayati, potensi dan solusi konflik satwa, diskusi dan sharing informasi antar peserta lokakarya. Pemateri Lokakarya terdiri dari :
  1. Dirjen PHKA, Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati
  2. Konferensi Nasional CSR Kesejahteraan Sosial
  3. Forum Orangutan Indonesia
  4. Ditjen Perkebunan, Komisi Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan
  5. PT. Surya Sawit Sejati
  6. Yayasan Konservasi Khatulistiwa Indonesia
mitigasikonflik007

booklet_mitigasi-konflik

mitigasi-konflik

Friday, 26 February 2010


Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Seksi Konservasi Wilayah II Kalimantan Tengah kembali menggagalkan penyelundupan kerangka buaya sapit/senyulong (Tomistoma schlegell) dan karapas bawah kura-kura (Testuga sp).

Penylundupan tersebut digagalkan petugas karantina di Bandara Iskandar, Pangkalan Bun, Kamis (18/2) lalu.

Pelaku penyulundupan ini telah melanggar Undang-Undang Nomor 05 Tahun 1990 Pasal 21 Ayat 2 Huruf d junto Pasal 40 Ayat 2 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem. Pelaku terancam hukuman maksimal penjara 5 (lima) tahun dan dendan paling banyak Rp. 100.000.000,-

Dalam kurun 6 (enam) bulan terakhir, penyelundupan ini merupakan kasus penyelundupan kedua yang berhasil digagalkan oleh BKSDA.

Doc. (Hjd/B-2) Borneo News

Friday, 13 November 2009


Balai Koservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Pangkalan Bun bekerja sama dengan Orangutan Foundation Internasional (OFI) Orangutan Care Center And Quarantine (OCC&Q) berhasil mengamankan 2 orangutan yaitu 1 orangutan jantan berumur sekitar 20 tahun dengan berat mencapai 80 Kg dari desa Serumpun dan 1 orang utan betina berumur 7 thn dari desa Pangkalan Lada Kabupaten Kotawaringin Barat Kalimantan Tengah.

Rescue (penyelamatan) orangutan (Pongo pygmaeus) tersebut dilakukan karena melihat habitat orangutan tersebut dekat dengan pemukiman warga sehingga harus dipindahkan ke Suaka Margasatwa (SM) Sungai Lamandau yang merupakan habitat alami dan tempat pelepasliaran orangutan. Sejalan dengan kegiatan pembukaan hutan oleh manusia, habitat orangutan menjadi terganggu. Ancaman punahnya orangutan yang ada banyak dikarenakan perluasan lahan, perburuan, illegal logging sehingga kegiatan relokasi orangutan ke kawasan Konservasi seperti SM Sungai Lamandau perlu untuk dilakukan. Kurangnya persediaan makanan orangutan di dalam hutan bisa jadi karena adanya perambahan kawasan. Perubahan fungsi di dalam hutan-tempat habitat orangutan-membuat orangutan terdesak keluar kawasan hutan. Orangutan akan mencari makan di ladang warga karena adanya aktivitas di dalam hutan yang membahayakan kelestarian.


Informasi keberadaan orangutan dewasa berjenis kelamin jantan tersebut didapat polisi kehutanan SKW II dari laporan warga desa serumpun yang sering melihat orangutan tersebut berkeliaran di dekat lahan pertanian mereka. Warga desa khawatir orangutan tersebut dapat merusak lahan pertanian dan rumah warga sehingga mereka melaporkannya ke BKSDA Kalteng_SKW II. Setelah menerima laporan warga, 2 orang Polisi Kehutanan SKW II lantas menelusuri kebenaran informasi tersebut, langsung ketempatnya. Dari hasil cek lapangan didapat informasi lokasi sarang dan waktu biasanya orangutan tersebut keluar dari sarangnya. Hari berikutnya tim Polisi Kehutanan Bekerjasama dengan tim rescue orangutan dari OFI-OCC&Q datang ke lokasi yang berjarak ± 1jam dari kota Pangkalan Bun tersebut. Perlu waktu berjam-jam untuk menangkapnya, masalah
utamanya karena orangutan itu berada diatas pohon yang tingginya 10-15
meter dari muka tanah. Selain itu ia dengan mudahnya bergerak dari satu
pohon satu ke pohon yang lain. Sedangkan untuk melumpuhkan tim rescue
hanya bermodal sumpit berisi cairan bius yang jangkauannya terbatas.
Setelah melakukan proses rescue selama beberapa jam akhirnya orangutan tersebut berhasil dibius, setelah didata diidentifikasi kondisi tubuhnya oleh drh. Popo dari OFI-OCC&Q orangutan tersebut sementara dibawa ke kantor BKSDA Kalteng-SKW II menunggu proses translokasi ke SM Sungai Lamandau dan ditempatkan di kandang transit sementara.

Sedangkan orang utan betina diambil pada tanggal 2 november 2009 dari areal dekat perkebunan sawit di SP 4 Pangkalan Lada kabupaten Kotawaringin Barat. Tingkat perkembangan pembangunan perkebunan minyak kelapa sawit merupakan ancaman bagi kelangsungan hidup orangutan saat ini. Pembangunan usaha perkebunan Kelapa Sawit sangat banyak dampak negativenya bagi kehidupan orangutan. Awalnya hutan tempat mereka tinggal dibabat habis tanpa sisa dan lahan tersebut kemudian dijadikan perkebunan.

Adanya kawasan SM Sungai lamandau sebagai habitat dan tempat pelepasliaran orangutan menjadikan harapan baru bagi kelestarian populasi orangutan. Sekitar 300 Orangutan yang ada di OCC&Q harus sudah dilepasliarakan sebelum tahun 2015. Selama tahun 2009 ini BKSDA Kalteng-SKW II telah melakukan kegiatan rescue orangutan sebanyak 12 ekor.
Design by Iqbal Tawakkal | Blogger Theme by Lasantha | Iblist Takkaw